Sutradara Cypri Paju Dale menjelaskan bahwa judul film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dipilih bukan sekadar provokasi, melainkan simbol budaya Papua yang sarat makna. “Pesta babi” merujuk pada tradisi adat Papua sebagai simbol kehormatan, persaudaraan, dan solidaritas, sementara istilah “kolonialisme” digunakan sebagai kerangka analisis untuk menggambarkan eksploitasi sistemik terhadap tanah dan masyarakat adat Papua.
Makna Judul “Pesta Babi”
Tradisi adat Papua: Pesta babi adalah ritual penting masyarakat Papua, melambangkan status sosial, kekayaan, serta hubungan sosial antarwarga. Dalam film, tradisi ini dijadikan simbol perlawanan terhadap proyek pembangunan yang mengancam ruang hidup mereka.
Kolonialisme modern: Cypri menegaskan istilah kolonialisme dipakai untuk merangkum berbagai masalah—konflik agraria, pelanggaran HAM, deforestasi, hingga militerisme—yang saling terkait dan berlangsung lama.
Simbol perlawanan: Ritual pesta babi dalam film digambarkan sebagai bentuk solidaritas masyarakat adat dalam mempertahankan tanah dan budaya mereka.
Isi Film Dokumenter
Proyek strategis nasional: Film menyoroti proyek food estate, perkebunan sawit, dan bioetanol yang mengancam jutaan hektar hutan adat di Papua Selatan.
Kerusakan lingkungan: Penebangan hutan dan ekspansi industri mengganggu ekosistem, termasuk rantai makanan yang melibatkan babi sebagai sumber pangan utama.
Perlawanan masyarakat adat: Ditampilkan aksi pemasangan salib merah, palang adat, hingga ritual pesta babi sebagai simbol penolakan terhadap perusahaan dan militer.
Polemik dan Respons Publik
Kontroversi judul: Beberapa pihak menilai judul provokatif, termasuk Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra, namun ia menegaskan kritik dalam film adalah hal wajar dalam demokrasi.
Pembubaran pemutaran: Sejumlah kegiatan nonton bareng sempat dibubarkan aparat, meski pemerintah pusat menegaskan tidak ada larangan resmi.
Tujuan film: Sutradara berharap publik lebih memahami kondisi masyarakat adat Papua secara luas dan kritis terhadap kebijakan pembangunan.

Post a Comment
Jangan Lupa untuk selalu komen di blog yunusst