Bogor, 24 September 2026 — Kabar duka kembali menyelimuti para nasabah tabungan yang hingga kini masih menunggu pengembalian uang mereka. Pada Rabu, 23 September 2026, jumlah nasabah yang telah meninggal dunia setelah sebelumnya menjadi bagian dari persoalan pengembalian tabungan tersebut bertambah menjadi dua orang.
Korban terbaru diketahui bernama Hj. Anung, salah seorang nasabah yang memiliki tabungan melalui BRILink Tri Mujiyari, yang dikenal oleh masyarakat dengan sapaan Mamah Refi.
Sudah lebih dari enam bulan berlalu, namun uang tabungan sejumlah nasabah hingga kini disebut belum dikembalikan sepenuhnya. Kondisi tersebut membuat para nasabah dan keluarga terus berada dalam ketidakpastian.
Menurut keterangan pihak keluarga dan warga, Hj. Anung selama ini turut memikirkan nasib tabungannya yang belum kunjung kembali. Meski demikian, mengenai penyebab medis meninggalnya Hj. Anung, hal tersebut tetap menjadi ranah keluarga dan tenaga medis, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa persoalan tabungan merupakan penyebab langsung kematiannya.
Hj. Anung bukan satu-satunya nasabah yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, seorang nasabah yang dikenal dengan nama Uda Cukur juga telah meninggal dunia pada sekitar bulan Maret 2026, setelah Lebaran. Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak.
Surat Sudah Dilayangkan Sejak Maret
Upaya untuk mencari penyelesaian sebenarnya telah dilakukan oleh pengurus RT bersama pihak yang ditunjuk sebagai perwakilan para nasabah.
Pada 28 Maret 2026, perwakilan nasabah telah mengirimkan surat kepada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor, dengan harapan persoalan pengembalian tabungan tersebut mendapatkan perhatian dan dapat difasilitasi penyelesaiannya.
Namun, hingga 23 September 2026, pihak perwakilan nasabah menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan respons atau tanggapan yang diharapkan terkait surat tersebut.
Sementara itu, para nasabah yang masih menunggu pengembalian uang terus berharap ada penyelesaian yang jelas dan uang tabungan mereka dapat dikembalikan.
112 Nasabah Masih Menunggu
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak perwakilan, hingga saat ini tercatat 112 orang nasabah yang terkait dengan persoalan tabungan tersebut.
Bagi para nasabah, uang tersebut bukan sekadar angka. Sebagian merupakan hasil menabung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari kebutuhan keluarga sehari-hari.
Dengan bertambahnya dua nasabah yang telah meninggal dunia, keluarga dan nasabah lainnya kembali berharap agar persoalan ini segera mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait.
Mereka berharap ada kejelasan mengenai status uang tabungan, mekanisme pengembalian, serta penyelesaian yang transparan, sehingga para nasabah tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Hingga berita ini disusun, para nasabah masih menunggu penyelesaian dan berharap uang mereka dapat kembali sepenuhnya.

Post a Comment
Jangan Lupa untuk selalu komen di blog yunusst